Teleskop Antariksa

Teleskop atau observatorium landas angkasa yang mengorbit Bumi dan mengumpulkan cahaya benda-benda di alam semesta dari berbagai panjang gelombang. Keberadaan teleskop di luar angkasa sekaligus bisa mengatasi masalah atmosfer Bumi maupun polusi cahaya yang dihadapi oleh teleskop landas Bumi.

Wahana Antariksa

Disebut juga Wantariksa merupakan kendaraan yang digunakan untuk menjelajah antariksa atau luar angkasa. Wantariksa yang membawa astronaut merupakan wantariksa berawak, dan sampai saat ini misi berawak baru dilakukan ke Bulan. Wantariksa lainnya merupakan wantariksa tidak berawak yang sudah menjelajah Tata Surya.

Panel Surya

Lembaran logam yang digunakan untuk mengumpulkan panas Matahari yang bisa digunakan sebagai sumber daya atau listrik. Panel surya dipasang pada wahana antariksa sebagai sumber daya.

Teleskop Radio

Tipe teleskop yang memanfaatkan gelombang radio untuk melihat benda-benda di alam semesta. Teleskop ini berbentuk parabola yang bertugas untuk menerima sinyal radio dari luar angkasa.

Schmidt-Cassegrain

Teleskop reflektor yang dirancang dengan menambah lensa koreksi di depan tabung teleskop untuk menambah medan pandang. Kanta mata berada pada lubang di tengah cermin utama.

Teleskop Newtonian

Teleskop yang dikembangkan oleh Isaac Newton untuk mengatasi masalah aberasi kromatis pada lensa dengan menggunakan cermin.

Kanta Mata

Lensa yang digunakan untuk meemperbesar citra yang dihasilkan teleskop.

Dudukan Ekuatorial

Dudukan teleskop yang salah satu aksisnya (disebut juga sumbu polar) sejajar dengan poros Bumi. Dengan memutar sumbu ini, teleskop akan selalu mengikuti objek langit seiring rotasi Bumi.

Teleskop Dobsonian

Teleskop Reflektor Newtonian dengan dudukan alt-azimuth yang dipopulerkan oleh John Dobson pada tahun 1965.