Protogalaksi

Cikal bakal galaksi, dimana bintang generasi pertama sedang terbentuk. Cikal bakal galaksi ini masih berupa awan gas hidrogen yang jadi materi pembentukan bintang generasi pertama.  Pembentukan bintang di dalam galaksi selama proses evolusi pembentukan galaksi akan jadi penentu bentuk galaksi (spiral & elips). Laju pembentukan bintang yang lambat akan menghasilkan galaksi spiral. Gumpalan gas yang lebih kecil di dalam galaksi akan runtuh membentuk bintang.

Relaksasi Gugus Galaksi

Proses mengembalikan keadaan sistem untuk kembali setimbang. Dalam pembentukan gugus galaksi maupun supergugus galaksi, interaksi gravitasi saat galaksi bertemu satu sama lainnya menghasilkan transfer energi. Akibatnya galaksi kecil yang menerima energi akan dipercepat sedangkan galaksi besar mengalami kehilangan energi. Seiring waktu, energi kembali terdistribusi. Pada akhirnya galaksi kecil terlontar keluar dari sistem sedangkan galaksi besar mengalami keruntuhan. Proses ini terus berlangsung sampai terjadi kesetimbangan.

Proto-Supergugus Galaksi

Cikal bakal struktur supergugus galaksi yang sedang dalam proses pembentukan. Proses ini membutuhkan miliaran tahun untuk mengumpulkan materi dan membentuk struktur galaksi, gugus galaksi sampai pada akhirnys struktur raksasa ini mengalami kesetimbangan.

Supergugus Galaksi

Kumpulan gugus galaksi di alam semesta yang terikat oleh gravitasi. Struktur raksasa ini terdiri dari ratusan sampai ribuan galaksi berbagai bentuk, ukuran dan sejumlah besar materi gelap. Supergugus galaksi di mana Bima Sakti berada adalah gugus Lanieka yang ukurannya lebih besar dari 500 juta tahun cahaya dengan anggota 300 – 500 gugus galaksi.

Blazar

Galaksi eliptik raksasa dengan lubang hitam supermasif di pusat yang berputar sangat cepat dan masih aktif mengoyak materi jadi potongan-potongan kecil untuk kemudian disemburkan ke luar angkasa seperti bola meriam. 

Lubang Hitam Supermasif

Lubang hitam yang massanya ratusan ribu sampai miliaran massa Matahari (M). Lubang hitam ini umumnya ditemukan di pusat galaksi – galaksi masif. Untuk Bima Sakti, lubang hitam supermasif berada di wilayah Sagittarius A.

Pelensaan-mikro Gravitasi

Fenomena pelensaan gravitasi yang digunakan untuk mendeteksi objek yang memiliki massa setara planet dan bintang. Pelensaan-mikro gravitasi terjadi ketika sebuah bintang melintas di depan bintang lainnya dari sudut pandang pengamat. Bintang yang lebih jauh merupakan bintang terang sedangkan bintang yang lebih dekat jauh lebih redup dan tidak tampak dari Bumi. Ketika bintang yang dekat melintas di depan bintang jauh, gravitasinya menyebabkan cahaya bintang jauh dibelokkan dan cahaya bintang mengalami penguatan.  Dari fenomena ini kita bisa mengetahui keberadaan bintang yang lebih dekat.

Jika bintang yang melintas di depan bintang jauh tersebut memiliki planet, maka bintang latar belakang atau yang lebih jauh akan mengalami penguatan / perbesaran cahaya yang lebih terang dalam waktu yang singkat. Ini terjadi karena planet yang mengitari bintang dekat, memperkuat efek perbesaran / penguatan cahaya.

Inflasi

Pemuaian drastis dalam waktu sangat singkat dimana alam semesta yang tadinya kecil kemudian memuai secara eksponensial dalam waktu kurang dari 1 detik.  Waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya inflasi alam semesta sangat cepat ketika alam semesta baru berusia 10-36 dan berakhir pada usia 10-32  setelah terjadinya Big Bang. Artinya pemuaian terjadi dalam waktu yang super singkat dan alam semesta yang tadinya kecil menjadi besar.