Musim Gerhana

Musim gerhana adalah periode terjadinya satu siklus gerhana yang terdiri dari gerhana Matahari dan gerhana Bulan yang terjadi dalam waktu berdekatan dan berulang sekitar 6 bulan kemudian. Satu musim gerhana terdiri dari dua sampai tiga gerhana dan terjadi selama 35 – 38 hari. 

Dalam satu musim gerhana, terdapat gerhana Bulan yang terjadi saat fase Bulan Purnama dan gerhana Matahari saat fase Bulan Baru. 

Selama satu tahun, terdapat dua musim gerhana. Ini karena tidak setiap Bulan Baru atau Bulan Purnama terjadi gerhana. 

Kemiringan orbit Bulan terhadap Bumi. Untuk terjadinya Gerhana, Bulan Purnama dan Bulan Baru harus berada dekat titik simpul. Kredit: langitselatan
Kemiringan orbit Bulan terhadap Bumi. Untuk terjadinya Gerhana, Bulan Purnama dan Bulan Baru harus berada dekat titik simpul. Kredit: langitselatan

Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi dan Matahari (ekliptika).  Karena kemiringan orbit Bulan inilah, tidak setiap fase bulan baru dan bulan purnama, bulan berada tepat sejajar dengan Bumi dan Matahari. Ada kalanya bayangan Bulan melintas di atas atau di bawah Bumi sehingga tidak terjadi gerhana. 

Gerhana hanya akan terjadi ketika Bulan Purnama dan Bulan Baru terjadi di dekat titik noda atau titik simpul yang merupakan titik perpotongan antara Bulan dan bidang orbit Bumi.

« Kembali ke Indeks Istilah Antariksa