Konstanta Kosmologi

Dilambangkan dengan lambda, Λ, konstanta kosmologi adalah kerapatan energi luar angkasa atau energi vakum, yang muncul dalam persamaan medan Einstein dalam Relativitas Umum.  Konstanta ini diperkenalkan Einstein dalam teori relativitas umum agar alam semesta tetap statik.  Einstein membuang atau tidak menggunakan konstanta kosmologi ketika hasil pengamatan memperlihatkan bahwa alam semesta memuai / mengembang.  Akan tetapi, penemuan pada akhir abad ke-20 memperlihatkan bahwa konstanta kosmologi diperlukan untuk menerangkan keberadaan energi gelap. 

Epoh Reionisasi

Masa ketika bintang pertama mulai bersinar, beberapa ratus juta tahun setelah Dentuman Besar.  Saat itu ada radiasi sangat kuat yang dipancarkan untuk memecah atom gas netral dan mengionisasi gas. Sebelum epoh reionisasi, alam semesta hanya diisi oleh gas netral.

Lepton

Partikel dasar yang membentuk materi bersama kuark. Lepton memiliki 6 zarah yang terdiri dariElektron, Muon, Tauon, serta 3 neutrino pasangannya.

Kuark

Partikel dasar yang membentuk proton dan neutron. Diketahui kalau proton dan neutron disusun oleh tiga jenis kuark.

Kuark punya enam “rasa”: atas, bawah, berkharisma, aneh, puncak, dan dasar. Proton tersusun atas 2 kuark atas dan 1 kuark bawah, sementara neutron tersusun atas 2 kuark bawah dan 1 kuark atas.

Neutrino

Zarah tak bermuatan listrik dan memiliki massa teramat kecil. Kedua sifat ini membuat neutrino dapat melaju menembus materi lain dengan sedikit interaksi dan sangat sulit dideteksi.

Singularitas

Titik di mana kepadatan massa dan kurvatur ruang-waktu bernilai tak hingga. Pada titik ini hukum-hukum fisika yang kita ketahui tidak lagi bekerja. Pada titik singularitas terjadi penyatuan gaya-gaya fundamental di alam semesta.

Titik singularitas bisa ditemukan pada pusat setiap lubang hitam. Namun karena kita tidak mengetahui seperti apa bentuk perpaduan gaya-gaya fundamental tersebut, maka kita tak dapat menjelaskan apa yang terjadi pada titik singularitas lubang hitam. Bila kita sudah dapat menjelaskan bagaimana cara bekerjanya gravitasi pada skala subatomik, yaitu teori yang dinamakan teori gravitasi kuantum, maka diharapkan kita akan dapat menjelaskan apa yang terjadi pada titik singularitas.